Temukan

Minggu, 21 Januari 2018

Persahabatan yang Menyembuhkan

Judul                            : Janji Pelangi
Penulis                          : Fahrul Khakim
Editor                           : Mursyidatul Umamah
Penerbit                       : Bhuana Sastra: Imprint Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit                : Pertama, November 2017
Jumlah Halaman          : 262 halaman
ISBN                           :  978-602-455-219-0
Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso
Janji Pelangi di Gili Ketapang
“Menurutku semua orang juga hidup dengan rasa cemas dan takut. Yang dapat kita lakukan ialah berdamai dengan kedua rasa itu.” (Halaman 185)
Adalah Terry yang mengalami gangguan psikologis yang bernama agorafobia. Keadaan di mana seorang mengalami trauma kecemasan dan ketakutan ketika di dalam tempat yang “menurutnya” membahayakan.
Nah, Terry takut dan cemas untuk keluar dari rumah, karena dia merasa di luar itu sangat berbahaya dan di dalam rumahlah tempat yang aman. Mengapa hal ini Menimpa Terry? Dia mengalami hal traumatis yaitu dalam sebuah perjalanan keluarganya, papa, mama dan adiknya, Tika meninggal karena mobil mereka menabrak  pembatas jembatan layang. Peristiwa mengerikan ini membuat dia dalam keadaan kritis, tetapi akhirnya menjadi satu-satunya yang selamat.
Kebetulan kakak Terry, Meri adalah seorang psikiater. Dia berusaha agar adiknya terbebas dari luka traumanya. Namun, sayangnya belum berhasil, karena keinginan sembuh dari Terry kurang kuat. Menurut Meri, Terry membutuhkan lebih dari sekedar psikiater, karena sudah banyak psikiater yang datang untuk mengobatinya. Dia membutuhkan orang yang sangat dia percaya dan mampu menumbuhkan harapan.
Kemudian, ada seorang pemuda yang melamar pekerjaan menjadi sopir di  keluarga kaya Terry. Di rumah itu hanya ada Terry, nenek, dan satu pembantu perempuan. Sedangkan Meri bekerja di Jakarta. Pemuda itu bernama Sigit. Di hari pertamanya bekerja dia sudah membantu nenek atau majikannya yang tiba-tiba pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Awalnya, mungkin bagi Terry Sigit mengesalkan tetapi melihat sejak awal Sigit sudah melakukan banyak hal baik untuk nenek dan keluarganya dia mulai membuka diri.
Mereka menjadi cukup dekat, dan Terry banyak  meminta Sigit membantu urusan-urusannya, termasuk hobi melukis yang tidak bisa ditinggalkannya. Kemudian, datanglah yang sejak lama didamba kedatangannya oleh Terry. Kazu, sahabat masa kecil Terry yang pindah ke Jepang. Mereka sejak kecil suka melukis dan pelangi, kebetulan Kazu adalah mahasiswa s2 psikologi, akhirnya dia pun mencoba untuk membantu trauma yang dialami Terry. Dengan beberapa kali terapan teori yang diketahui oleh Kazu, akhirnya perlahan Terry bisa berani dan tenang ketika keluar rumah. Ternyata persahabatan bisa menyembuhkan.
Fahrul Khakim adalah penulis yang saya kenal cukup produktif. Selain itu dia juga berprestasi, beberapa kali menang dalam lomba cerpen baik tingkat lokal maupun nasional. Saya membaca novel-novel, beberapa cerpen dan puisi yang dia karang. Ya, karya-karyanya banyak tentang cerita remaja. Meski begitu, dia juga menulis sastra serius, itu saya dapatkan beberapa di puisi-puisinya.
Yang saya rasakan ketika membaca novel ini, cukup beda dengan novel-novel sebelumnya. Jujur saja, novel ini lebih membuat saya penasaran dan ingin terus melanjutkan membaca. Ada beberapa kebetulan, dan juga banyak kejutan. Jadi ya penasaran. Menurut saya ini novel remaja yang lumayan risetnya. Tidak, sekedar kisah percintaan saja, tetapi saya kira Fahrul cukup banyak membaca buku-buku atau artikel dunia psikologi, mulai teori, trauma agorafobia, dan cara menerapi.
Selain itu, novel ini masih seperti karya Fahrul sebelumnya, memakai setting Malang di mana penulis saat ini berdomisili di sana. Fahrul mengeksplor beberapa tempat wisata seperti Candi Kidal, Pantai Tamban, Alun-alun Batu, juga tempat perbelanjaan seperti Matos dan MOG.
Sayangnya, saya kurang mendapat feelnya, coba ada bahasa ala Kera Ngalam rasanya lebih terasa Malang-nya. Tapi, tentu saja Fahrul punya alasan mengapa tak ada bahasa atau percakapan ala Ngalamers. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Terry, Nenek, Meri, Gesit, Kazu dalam novel ini? Baca sendiri ya kalau penasaran. Sebuah novel yang tidak hanya menghibur, tetapi berhikmah, cocok untuk menemani akhir pekan Anda. Selamat membaca!
Silakan bergabung ke channel telegram Buka Buku Buka Dunia untuk mendapat info buku, review buku dan quoteshttp://bit.ly/bukabukubukadunia
 
Janji Pelangi di Koran Singgalang
*dimuat di Harian Singgalang 17 Desember 2017
https://ridhodanbukunya.wordpress.com/2017/12/17/janji-pelangi-karya-fahrul-khakim/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar