Temukan

Rabu, 15 November 2017

Novel Janji Pelangi oleh Fahrul Khakim

kaver depan novel Janji Pelangi

Apakah kamu takut dengan masa lalu?
Terry dihantui oleh masa lalunya sendiri, terutama ketika satu per satu orang-orang yang disayanginya pergi. Sejak saat itu, ia mengalami agorafobia.
Sigit takut masa lalunya yang pilu membuatnya gagal mengerti arti perhatian dari orang-orang di masa depan.
Kazu takut masa lalu membuatnya semakin menyesal karena gagal menepati janjinya pada ibu dan sahabatnya sendiri.
Mereka bertiga dipertemukan oleh rasa takut pada masa lalu, walaupun mereka tahu masa lalu sama sekali tidak bisa diubah. Ketika persahabatan membuat mereka berdamai dengan masa lalu, cinta justru menawarkan ketakutan yang baru.
 
Kaver belakang bnvel Janji Pelangi karya Fahrul Khakim
Halaman          :264 halaman
ISBN               : 9786024552190
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Harga              : Rp62000

Jumat, 10 November 2017

Cara Vote ‘Monolog Waktu’ dalam Festival Pembaca Indonesia 2017

Cara vote-nya gampang banget lho, ini dia langkah-langkahnya:
  1. Pastikan kamu sudah punya akun di Goodreads, kalau belum, ikuti langkah-langkah bikin akun Goodreads di sini
  2. Kalau sudah punya akun di Goodreads, langsung gabung dulu yuk ke Grup Goodreads Indonesia karena polling ini diadakan oleh Grup Goodreads Indonesia jadi wajib gabung dulu yah.
  3. Cara gabungnya gampang banget, klik link ini Goodreads Indonesia
  4. Klik join grup di bawah logo Goodreads Indonesia (lihat lingkaran merah pada gambar)

  1. Klik join grup lagi pada tampilan berikutnya (lihat lingkaran merah pada gambar) dan berhasil

  1. Setelah gabung, kamu cari The Poll #6 untuk bisa vote buku ‘Monolog Waktu’ di link ini
  2. Klik judul buku ‘Monolog Waktu’, seperti pada gambar di bawah ini:


  1. Setelah vote berhasil, maka akan muncul tampilan berikut:


Mudah kan? Terima kasih sudah bantu vote. Semoga kebaikan kalian dibalas Tuhan.
Vote ditutup sebelum 21 November 2017 pukul 12.00 WIB.

Salam Hangat,
Fahrul Khakim

NB. Boleh lho ajak temen/keluarga buat bantu vote buku saya ini, hehehe

Kamis, 09 November 2017

Cara Mudah Mendaftar Goodreads

Suka baca buku tapi bingung cara komen buku itu. Nah, pakai Goodreads saja.

Goodreads adalah wadah bagi para penulis dan pembaca untuk memberi rating, komentar kuis tentang suatu buku bahkan membaca buku gratis. Anggota Goodreads itu terjaring dari jutaan pembaca di berbagai belahan dunia lho.
Goodreads memudahkan kita (para pecinta literasi) untuk berinteraksi dengan pembaca buku yang sesuai minat kita di dalam maupun luar negeri lho, bahkan bisa berhubungan langsung dengan penulisnya.
Nah, tunggu apa lagi. Yuk daftar sekarang, ikuti langkah-langkah berikut!
  1. Pastikan kamu sudah punya e-mail/surat elektronik
  2. Buka www.goodreads.com
  3. Isi kolom Sign Up dengan namamu, e-mail, dan password
  4. Klik Skip jika kamu belum berniat menentukan target jumlah buku yang akan kamu baca tahun ini
  5. Pilih dengan centang genre yang kamu sukai misalnya: history, minimal satu genre, lalu klik continue
  6. Akan muncul laman Rate Books that You’ve Read lalu klik I’m finished rating
  7. Akun Goodreads-mu sudah siap dipakai
  8. Jika ingin melengkapi identitas diri dengan foto, tanggal lahir, dan biodata, kamu bisa klik view profile di pojok kanan atas
  9. Kemudian klik edit profil pada akun Goodreads-mu untuk memperbaiki/melengkapi biodatamu
  10. Jangan lupa klik save setelah melengkapi biodata profilmu ya?
Mudah kan? Sekarang kamu bisa pakai akun Goodreads-mu dengan menyimpan baik-baik password-mu ya? Happy reading & rating!

Rabu, 08 November 2017

Longlist Tahap II Anugerah Pembaca Indonesia 2017

Polling berikut diadakan oleh panitia Anugerah Pembaca Indonesia 2017 untuk menentukan siapa pemenang untuk kategori Buku dan Penulis terfavorit, serta Perancang Sampul terfavorit berdasarkan jumlah polling terbanyak. Penganugerahan ini merupakan salah satu mata rangkai acara dalam Festival Pembaca Indonesia 2017 untuk memberi apresiasi dan rasa terima kasih dari para pembaca kepada insan-insan yang telah terlibat dalam dunia perbukuan di Indonesia.
Polling Longlist Tahap II ini dibuka sejak tanggal 8 sampai dengan 14 November 2017.
Dalam tahap ini, tersedia sekitar 10 pilihan di tiap kategori yang didapat dari hasil polling Longlist Tahap I. Kemudian polling akan dilanjutkan dengan Shortlist dengan jumlah nominasi yang disusutkan menjadi lima per kategori.
Polling Longlist Tahap II ini merupakan polling baru di mana para pembaca dapat tetap memberikan suaranya, termasuk yang sudah melakukan vote pada Polling Longlist Tahap I.
Untuk mengikuti polling ini, Anda harus memiliki akun di situs goodreads.com dan tergabung di grup Goodreads Indonesia.
Klik link di bawah ini dan isilah polling berikut dengan Buku dan Sampul Buku favorit anda!



Sumber: https://festivalpembacaindonesia.com/2017/11/08/longlist-tahap-ii-anugerah-pembaca-indonesia-2017/


Alhamdulillah, Bukuku ' Monolog Waktu' masuk Longlist Tahap II alias 10 besar buku puisi favorit. Mohon bantuan kawan-kawan lagi untuk vote buku ini ya. 
Terima kasih.

Jumat, 03 November 2017

Longlist Tahap I Anugerah Pembaca Indonesia 2017

Polling berikut diadakan oleh panitia Anugerah Pembaca Indonesia 2017 untuk menentukan siapa pemenang buku dan penulis terfavorit, serta perancang sampul terfavorit yang didasarkan pada jumlah polling terbanyak. Penganugerahan ini merupakan salah satu mata rangkai acara dalam Festival Pembaca Indonesia 2017 untuk memberi apresiasi dan rasa terima kasih dari para pembaca kepada insan-insan yang telah terlibat dalam dunia perbukuan di Indonesia.

Polling Longlist Tahap I ini dibuka sejak tanggal 1 sampai dengan 7 November 2017. Kemudian polling akan dilanjutkan dengan Longlist Tahap II dengan jumlah nominasi yang disusutkan menjadi sepuluh per kategori.
Untuk mengikuti polling ini, Anda harus memiliki akun di situs goodreads.com dan tergabung di grup Goodreads Indonesia.
Klik link di bawah ini dan isilah polling berikut dengan jujur!

Mohon baru vote buku saya 'Monolog Waktu' ya? Terima kasih.
Sumber:https://festivalpembacaindonesia.com/2017/11/01/1602/

Kamis, 02 November 2017

Foto bikin Warisan Sejarah lebih Bermakna

Oleh: Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim, S.Pd., M.Pd
(Dosen Sejarah, Universitas Negeri Malang)


            Fotografi tidak hanya tentang mendokumentasikan sebuah objek dalam bentuk montase. Fotografi berperan penting dalam menyajikan data yang akurat dengan teknik pengambilan gambar yang tetap bersahabat. Fotografi mengajak manusia untuk memahami objek terlebih dahulu sebelum memotretnya agar mampu memberikan sentuhan emosi yang nyata. Fotografi bukan sekedar jeprat-jepret lalu unggah di media sosial, fotografi justru memaknai setiap proses dan hasil.

            Workshop fotografi bertema ‘Mengabadikan Artefak dan Situs Sejarah’ diselenggarakan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UM untuk mahasiswa sejarah selama dua hari kemarin. Workshop ini untuk membekali mahasiswa sejarah kemampuan untuk mendokumentasikan warisan sejarah sebagai bahan penelitian, pengabdian dan pendidikan. Ikhwanussofa, seorang fotografer spesialis budaya alumni Institut Seni Indonesia, menekankan pada para peserta workshop untuk mengenali detail objek sejarah dulu sebelum memotretnya.

            Hari pertama workshop fotografi ini berlokasi di Laboratorium Sejarah FIS UM, Ikhwanussofa memaparkan teknik-teknik dasar fotografi, khususnya penentuan perpektif. Sebuah perpektif ditentukan oleh; jarak antara objek dan kamera, sudut pengambilan pada posisi vertical maupun horisontal, dan penggunaan focal lenght yang berbeda. Perspektif ini penting karena objek sejarah berbeda dengan objek lain sehingga disarankan mengambil posisi horisontal. Ikhwanussofa juga menjelaskan tentang fotografi jurnalistik yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Pekembangan fotografi jurnalistik di Indonesia beriringan dengan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Gambar-gambar sejarah seperti proklamasi kemerdekaan bukan hanya hasil keberuntungan para pelakunya, namun merupakan kegigihan dan komitmen yang mendalam.


Hari kedua workshop, Ikhwanussofa memberikan pengarahan langsung pada mahasiswa sejarah selama praktek langsung di Kawasan Cagar Budaya Candi Badut. Delapan puluh mahasiswa sejarah menikmati proses praktek fotografi tidak hanya dengan kamera profesional tetapi juga kamera ponsel. Mahasiswa mampu menfaatkan kamera ponsel dengan teknik perspektif yang pas sehingga menghasilkan foto yang menarik. Sebenarnya fotografi jurnalistik justru lebih menekankan pada cerita di balik setiap foto. Oleh karena itu, fotografer justru harus mampu memanusiakan setiap warisan sejarah. Karena pada dasarnya, setiap warisan sejarah juga karya manusia yang telah melintasi berbagai zaman. Melihat keceriaan dan semangat para peserta dalam mengenal objek sejarah untuk diabadikan memberikan napas baru bagi masa depan fotografer khusus sejarah di Indonesia kelak.

Minggu, 29 Oktober 2017

Bedah Kumcer ‘Tandak’ di Pameran Karya UKMP 2017

Tahun ini saya ditugaskan untuk membedah buku kumpulan cerpen ‘Tandak’ karya Royyan Julian. Buku ini pernah memenangkan Sayembara Sastra Naskah Kumpulan Cerpen 2015 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur.


Saat itu buku ini cuma diterbitkan dan dicetak sebanyak 100 eksemplar saja. Buku ini akhirnya sudah dicetak ulang dengan kaver baru oleh Penerbit Pelangi Sastra Malang pada tahun 2017.

                Sangat menyenangkan bisa bertemu lagi dengan Mas Royyan (sapaan akrabku pada sang penulis). Kami sudah kenal akrab sejak 2011 saat kami sama-sama berjibaku di UKM Penulis Universitas Negeri Malang. Setelah mengeyam pendidikan di UM & UGM, Royyan Julian kini mengajar sastra Indonesia di Universitas Madura, Pamekasan.

Pada tahun 2011 dulu, buku kumpulan cerpen pertama Royyan Julian berjudul Sepotong Rindu dari Langit Pleiades memenangkan sayembara buku kumcer Penerbir Indie Leutika Prio. Uniknya, saya juga bertugas membedah buku Mas Royyan pada acara yang sama yaitu Pameran Karya UKMP 2011. Semacam de javu yang menyenangkan bagi kami setelah enam tahun yang lalu.

Sekedar informasi, Pameran Karya adalah acara terbesar Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang. Program utama acara ini adalah memamerkan buku-buku indie karya para penulis UKMP agar lebih dikenal dan diapresiasi khalayak.


                Acara bedah buku yang berlangsung selama dua jam diikuti oleh puluhan peserta sore itu. Kumpulan cerpen ini berlatar kehidupan sosial dan budaya yang kental di Madura. Cerpen paling berkesan bagi Mas Royyan adalah cerpen Di Ujung Firasat. Harapannya, buku ini bisa mengenalkan sisi lain Madura yang menarik kepada para pecinta literasi dunia. Menarik bukan? Tunggu apalagi, segera dapatkan bukunya lewat instagram Griya Buku Pelangi Sastra Malang.