Temukan

Saturday, December 1, 2018

Kantong Sunyi


Di belakang stasiun berlumut itu,

Ibu pernah menemukan perempuan

Berkepala musim yang menculikku

lalu memasukkan napasku
dalam kantung-kantung sunyi

purabaya - doc. pribadi


Ibu tak pernah tahu aku
menjahit satin pengampunan
diajari oleh para musuh hujan

sampai kantung-kantung
sunyiku mengkerut

dan terengut oleh dendam
perempuan berkelapa musim
di hadapan stasiun berlumut



dimuat Malang Post: Minggu, 21 Juni 2015

Monday, November 5, 2018

Mengenal Data Tekstual


Seberapa penting data tekstual bagi perkembangan ilmu pengetahuan? Perjalanan umat manusia di dunia dapat dilacak melalui bukti-bukti yang ditinggalkan. Salah satu macam bukti tersebut  adalah data tekstual. Para guru maupun sejarawan menggunakan data ini tidak hanya untuk penelitian tapi juga dipakai dalam pembelejaran sejarah agar lebih bermakna.

            Tapi masih banyak pihak yang belum mengerti konsep dan kegunaan data tekstual. Kuliah tamu bertema ‘Pentingnya Data Tekstual dalam Kajian dan Pembelajaran Sejarah’ ini diselenggarakan oleh Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang berusaha menjawab fenomena tersebut. Prof. Dr. Agus Aris Munanda diundang langsung dari Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia untuk memberi penjelasan secara mendalam mengenai data tektual. Acara yang dimoderatori oleh Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Drs. Ismail Lutfi, MA., ini dilaksanakan di Aula Ki Hadjar Dewantara Fakultas Ilmu Sosial pada tanggal 1 November 2018.

            Hubungan sejarah dan data tektual itu sangat berat seperti dua sisi mata uang, Sejarah mampu menjelaskan data tektual. Data tektual mampu membentuk sejarah. Sejarawan menggunakan artefak untuk menafsirkan dan menuliskan narasi sejarah. Arkeolog sering menggunakan data tekstual hasil penulisan sejarawan untuk melacak tinggalan situs atau data arkeologi. Begitu juga sebaliknya, sejarawan juga menggunakan data-data arkeologi terbaru untuk mengungkap penulisan sejarah yang belum lengkap.
            Epigrafi dan filologi juga berperan penting sebagai penghubung arkeologi dan sejarah karena epigrafi dan filologi mampu menerjemahkan tulisan-tulisan kuno. Guru dan pendidik lainnya bertugas menyampaikan data-data tersebut sesuai koridor kurikulum sejarah kepada generasi bangsa agar mampu mengenal jati diri bangsa.

            Data arkeologi dapat ditafsirkan dengan bantuan metode hermeneutika dengan mengasosiasi data tekstual. Hasilnya, arkeologi dapat menafsirkan peninggalan yang aneh seperti Arca Totokkherot di Kediri. Acra Dwarapala Raksasa itu dibangun Kerajaan Kadiri menjaga  Gunung Suci Penanggungan. Kajian terhadap data tektual dapat mempertegas pembelajaran dengan lebih ilmiah dan kritis karena mampu menyajikan informasi yang asli, jelas, aktual dan kaya informasi. Para peserta mencatat dan mendiskusikan pemaparan Profesor Agus dengan semangat. Peserta menyayangkan beberapa data sejarah milik Indonesia yang rusak karena dijarah dan dihancurkan oleh oknum Indonesia sendiri. Belum lagi artefak-artefak kuno yang dibawa dan disimpan ke luar negeri. Semua hadirin berharap masyarakat Indonesia yang telah mengenal pentingnya data tekstual bisa memiliki kesadaran sejarah agar mampu menjaga warisan sejarah bersama-sama.

dimuat koran Surya: Jum’at, 2 November 2018

Thursday, November 1, 2018

Kesedihan


Sepulang dari pengajian,

Kau pergi ke restoran itu sendirian

Kau sangat lapar dan

ingin segera makan malam

Kau membayar sebotol whisky

Dan semangkuk tongseng babi

Ketika telah dihidangkan,

Kau hanya bisa menatapnya

Sampai matamu berkaca-kaca

Dan mulutmu lelah berdoa


klub bunga - doc. pribadi


dimuat koran Malang Post: Minggu, 23 Juli 2017

Tuesday, October 9, 2018

Kembali Musim Semi


Kau kembali hadir

Menawarkan rasa baru

Yang telah lama kurindu


Kau kembali menyapa

Setelah tiada sekian masa
kapan bisa mendaki buthak bersamamu? - dok. pribadi

Kau kembali menjelma harapan

Dalam polosnya tiap kesempatan


Kau kembali menyulam percaya

Usai semua kekosongan fana


Kau kembali mengukir nama

Dalam ingatan berdebu yang hampa


Kau kembali menyajikan mimpi

Memudarkan kemesraanku dengan ilusi


Kau kembali menjadi doa

Yang gencar kusembahkan pada-Nya


dimuat Malang Post: Minggu, 24 April 2016

Monday, October 1, 2018

Pemaksaan Investasi Emas

Emas Batang
            Investasi seharusnya dilakukan secara sukarela dan transparan, bukan dengan pemaksaaan. Keluarga saya sempat kesal karena pemaksaan investasi emas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan berinisial B. Perusahaan ini pun belum bonafit sebagai lembaga terpercaya untuk mengelola investasi sehingga keluarga saya ragu dan menolak. Tetapi kami terganggu dengan sistem pemasarannya.
            Dua laki-laki berpakaian necis datang siang itu menawarkan investasi. Mereka mengaku sudah membuat janji dengan kepala keluarga saya di rumah. Mereka bersikeras menunggu walau akhirnya kami berhasil meminta mereka pergi. Setelah diverifikasi dengan kepala rumah tangga di rumah, ternyata beliau tak pernah membuat janji dengan sales investasi mana pun. Keesokan harinya sales tersebut datang lagi walau kami jelas-jelas sudah menolak penawaran investasi mereka. Mereka bilang emas investasi mereka aman karena bukan berwujud batang tetapi berdasar nilai tukar emas. Kami tidak mengerti, tetapi kami yakin akan lebih baik selalu berhati-hati dalam berinvestasi apa pun.

dimuat koran Surya: Selasa, 12 Mei 2015

Saturday, September 8, 2018

Sebuah Tas Putih


Kau sengaja memutar lagi
Roda waktu terkunci
Karena batu kekecewaan
dan rantai ketaksaan
Kau hias lagi dinding rumahku
Dengan foto-foto baru sekaligus
Firasatmu yang lugu

Kau mungkin tak mengerti
Kenapa aku mematikan kamera
Sementara kau menyuruhku
Untuk membingkai hujan ingatan
 
ijen suites views - doc. pribadi
Aku lupa bawa payung
kau meminjamkan jas hujan
yang wangi dengan keringat
dan kecemasanmu

dengan sayap tercabik,
aku tantang badai kesendirian
aku hadang terik kesepian
hanya untuk menantimu kembali
menyalakan kamera yang seharusnya
mengabadikan perpisahan kita
tapi semua sudah terlambat
kukerat sayapku agar
bayanganmu kembali jadi abu



dimuat Malang Post: Minggu, 3 April 2016

Saturday, September 1, 2018

Berbisnis Potensi Lokal

Nasi Jagung Khas Mojokerto
            “Penguasaha lokal saat mampu menguasai 50 % pasar itu dalam negeri saja itu sudah bagus,” begitulah pesan Bapak Mustofa, dosen Geografi UM dalam memberikan wokrshop memasuki dunia kerja bagi fresh graduate FIS UM pada 26 Agustus 2014. Indonesia membutuhkan 6 juta wirausahawan untuk membangun Indonesia lebih maju. Sayangnya, 6,99 % dari toal 8,96 juta pengangguran kerja Indonesia adalah sarjana. Momok ini harus diantisipasi dengan memberikan pelayanan dan pelatihan kerja yang tepat dengan memanfaatkan potensi lokal Indonesia yang kaya dalam membekali para sarjana baru untuk mulai berbisnis mandiri.
            Indonesia menyediakan berbagai potensi lokal baik alam maupun kearfifan lokal yang bisa diperdayakan secara maksimal dan bijaksana. Jangan sampai potensi lokal tersebut rusak jika tidak dimanfaatkan dengan hati-hati. Para calon wirausahawan perlu memiliki karakter “pilar” agar dapat berkembang jadi pengusaha yang sukses.
            “Pilar” adalah akronim dari: “P” pintar yaitu tenaga yang kepintarannya bisa diandalkan, I “inisiatif” yaitu tenaga-tenaga yang dapat menerapkan inisiatifnya secara nyata. “L” lugas yaitu tenaga yang berperingai lugas, jujur, dan penuh tanggung jawab. “A” antisipatif yaitu tenaga-tenaga yang mempunyai kepekaan terhadap perkembangan lingkungan hidup atau profesional dalam bekerja; “R” rasional yaitu tenaga-tenaga yang pola berpikirnya rasional, dan berjiwa wirausaha.
            Seringkali para sarjana baru ini ragu untuk memulai berbisnis karena takut gagal dan tidak punya modal. Bapak Eko Budi Susilo, selaku pakar ankuntan dan HR Consultant, menanggapi hal itu dengan mengajak para mahasiswa untuk membangun life skill dengan cara: mengenal diri sendiri, berpikir rasional, kecakapan sosial, kecapakan akademis, dan kecakapan kejuruan. Tentukan visi secara nyata dalam hidup karena tahu arah saja belum cukup untuk sampai tujuan.
Distro Alexer di Malang
            Modal memang penting, tetapi niat yang teguh dan kerja keras adalah yang paling utama. Sekarang ini sudah banyak bank yang bersedia memberikan pinjaman modal sesuai kemampuan. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan umatnya untuk tabi’in atau mandiri. Bahkan dari 100 % orang kaya, 74 % adalah pebisnis / wirausahawan.
Selama ini proses pendidikan di Indonesia membuat anak telat 10 tahun belajar mandiri berbisnis. Hal itu masih bisa diperbaiki dengan menyiapkan SDM para sarjana yang mumpuni dengan cara antara lain: menguasai pengetahuan perihal apa yang semestinya dikerjakan, mampu berpikir dan bertindak dengan kreatif dan mandiri, dapat bekerja secara tim, memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman “budaya kerja” serta produktifitas kerja, menguasai dan mampu mengoptimalkan science skill, serta terampil menggunakan alat bantu kerja. Sekitar seratus peserta workshop mendapatkan kepercayaan diri untuk membangun bisnis berbasis kearifan lokal, bahkan ada yang sudah membuka outlet / toko baju busaha muslim di Malang raya.