Posts

Showing posts from November, 2016

Cegah Pemuatan Ganda

Image
Oleh: M. Nurfahrul Lukmanul Khakim (Mahasiswa Universitas Negeri Malang)             Penulis seharusnya berkomitmen menjaga kredibilitas dan orsinalitas karyanya. Penulis tidak boleh egois dengan mengirimkan karya yang pernah dimuat di suatu media ke media lain, kecuali jika media tersebut mengizinkan. Tetapi saya pikir semua media massa juga menerapkan standar kredibiltas dan menolak pemuatan ganda. Pemuatan ganda ini umumnya sering terjadi pada karya sastra berupa cerpen karena tingginya minat masyarakat untuk membaca dan menulis cerpen.             Namun sayang, pemuatan ganda karya sastra sering terjadi pada media massa nasional seringkali dilakukan oleh penulis kawakan yang sudah dikenal secara nasional pula. Seringkali penulis nasional yang melakukan pelanggaran ini dibiarkan saja. Berbeda jika hal ini terjadi pada penulis lokal dan atau pemula. Penulis lokal itu akan dihujat dan lebih buruk lagi akan di- blakclist . Seharusnya segala bentuk pemuatan ganda harus diti

Modus Baru Pengemis

Image
Oleh: M. Nurfahrul Lukmanul Khakim (Mahasiswa Universitas Negeri Malang)             Pengemis sekarang tidak lagi ada di jalanan, tetapi sudah mendatangi rumah-rumah dengan modus baru. Suatu siang rumah paman saya didatangi seorang ibu yang menggendong seorang balita. Saya yang mempersilakannya masuk ke rumah karena hanya saya yang berada di rumah dan ibu tersebut mengaku suami dari penjual mi ayam yang pernah berteman akrab dengan keluarga saya. Ibu tersebut minta izin ke toilet bersama balitanya. Saya terus mengawasi karena sejak kedatangannya karena tingkah ibu itu tampak mencurigakan. dari pada mengemis, kerja seikhlasnya aja             Sekeluar dari toilet, ibu tersebut  minta diajak keliling rumah. Saya langsung keberatan. Ibu tersebut terus membujuk saya bahwa dia mengenal paman dan bibi saya. Ibu tersebut juga bilang bahwa saya adalah teman TK dari adiknya padahal saya adalah perantauan. Jadi saya tidak mungkin TK di Malang. Setelah menyerah membujuk saya, ibu t

Jangan Selfie Sembarangan

Image
Oleh: M. Nurfahrul Lukmanul Khakim (Mahasiswa Universitas Negeri Malang)             Akhir-akhir ini ramai tersiar kabar tentang selfie di tempat yang berbahaya sampai menewaskan korban jiwa. Selfie memang tren 2015 yang selalu dilakukan oleh sebagian besar pengguna media sosial. Beberapa pekan yang lalu Jawa Timur sempat dihebohkan dengan tragedi jatuhnya seorang mahasiswa dari tebing Coban Sewu karena selfie. Minggu ini mahasiswa yang terjatuh ke kawah Gunung Merapi karena asyik berfotoria jadi isu berita nasional. Sumber gambar: bbc.com              Selfie dan berfoto di tempat wisata memang telah jadi agenda wajib gaya hidup masa kini. Tetapi jangan sampai hal itu membahayakan nyawa diri sendiri, bahkan orang lain. Patuhi peringatan dari petugas atau rambu-rambu daerah wisata. Sesama teman atau keluarga sebaiknya juga ikut memperingatkan sebagai upaya pencegahan tragedi selfie maut terulang lagi. Di tengah maraknya tren selfie, sebaiknya tempat wisata harus lebih tegas

Lima Kecantikan Putri Sekarsari

Image
Oleh: M. Nurfahrul Lukmanul Khakim Sekarang tidak hanya Danau Toba yang punya pulau di tengah danau bernama Pulau Samosir. Tidak hanya Korea yang punya pulau Nami sebagai pulau artifisial yang cantik. Malang sebagai destinasi wisata yang terkenal masih menyimpan kejutan lain yaitu Pulau Sekarsari. Pulau unik ini memang belum seterkenal wisata Balekambang tetapi tidak kalah menarik dengan wisata andalan Malang lainnya. Lima kecantikan Pulau Putri Sekarsari ini akan memanjakan wisatawan dengan pengalaman berwisata yang berkesan. Pertama, mudah diakses. Ratusan wisatawan domestik memadati area Pulau Putri Sekarsari setiap pekan. Pulau buatan yang terletak di tengah area wisata Andeman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini memang gampang diakses. Jalan menuju pulau ini memang berkelok tetapi sudah diaspal. Selama perjalanan saya dan wisatawan akan disuguhi suasana khas pedesaan dan hutan bambu yang rindang. Kedua, murah meriah. Parkir sekaligus tiket masuk area ini hanya

Menggeluti Dunia dengan Kata

Image
Fahrul duduk tenang di atas sebuah kursi plastik hijau. Ia menghadap sebuah meja berukuran 1 x 0,5 dengan tinggi satu meter. Pandangannya tertuju pada layar laptop berukuran 11 inchi. Matanya fokus pada rangkaian huruf yang ia ketik. Jarinya-jarinya begitu lihai menari di atas huruf pada papan ketik laptop. Kamar Fahrul berisi banyak tumpukan buku di samping meja. Tumpukan buku itu ia letakkan di atas meja-meja kecil, berjajar sepanjang 3 meter. Buku-buku tersebut ialah sebagian kecil koleksi perpustakaan pribadinya. Di samping tumpukan buku juga ada piala, tempat pensil dan kerajinan tangan. Di balik meja tempatnya menulis, terdapat dua buah kasur lantai berbeda ukuran. Yang satu ukuran 2,5 x 2 meter, yang satu lagi berukuran 1,5 x 2 meter. Kasur itulah yang ia gunakan untuk istirahat atau bersantai. Sebuah buku berjudul Max Havelaar tergeletak tepat di samping laptop. Sesekali mata Fahrul tertuju pada buku bersampul lukisan penggembala kerbau itu. Sudah menjadi kebiasaannya m