Posts

Showing posts from December, 2013

Cahaya untuk Papua

Image
Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang             Buku adalah kunci untuk membuka jendela cakrawala dunia. Lewat buku, masyarakat bisa mengetahui hal lebih banyak dan memanfaatkannya untuk kehidupan lebih baik. Namun bagaimana jika masyarakat tersebut kesusahan bahkan tak bisa mengakses buku dengan mudah? Bagaimana cara masyarakat tersebut bisa memperoleh ilmu yang banyak dan gratis? Akankah kita yang mengetahui semua hal itu akan tetap berpangku tangan? Artikelku di Koran Surya , 3 Desember 2013             Semua pertanyaan itu muncul merunut pada fenomena krisis buku di Papua. Sebagai wilayah yang terletak paling timur, Papua merupakan wilayah satu kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan dengan Papua Nugini. Menurut Yakobus, Pemimpin Toko Buku Gramedia di Jayapura, penjualan buku di Papua termasuk yang paling mahal di Indonesia. Ini disebabkan karena jasa pengiriman yang sangat mahal. Bahkan seringkali jasa pengirimannya

Perempuan yang Membaca Sunyi

Image
: Hanna Schmitz, 1922-1988   Puisi ini terinspirasi oleh film di atas Dia mencari kosakata dalam tumpukan mayat-mayat orde kumis chaplin di perkemahan Seribu abu cinderamata Tamu yang selalu jenuh: Batu bara dan gas beracun Kosakata dalam novel-novel yang dibacakan Pemuda tanggung itu menyepuh soneta tak biasa Sekian kali mereka meditasi Koin-koin pelangi Seumur musim panas: Sang nyonya dengan seekor anjing kecil [1] Dia tersesat dalam Neraca kosakata usai tiga ratus mercusuar merah Di literasi kawat duri Dia berdiri pada semua Tugu kosakata dari seribu Musim air mata Dan salju berdebu Yang tersisa dari Pembantaian semu Dia masih punya kotak teh dari logam kosakata untuk belia yahudi mengais berlembar-lembar perkamen ampunan selama kebakaran masih bicara dengan kosakatanya yang tak sempurna 290613 Puisi ini dimuat Majalah Komunikasi Edisi 287: Juli-Agustus 2013 [1] Judul salah satu karya Ant

Komposisi Kelezatan dalam Tiap Gigitan “Cowokku Vegetarimood”*

Image
Halo Nerd! Yang nggak ikut bedah buku, bisa simak ini. Materi dan liputan khusus bedah buku 'Cowokku Vegetarimood' yang kedua di Sasana Budaya. Alhamdulillah, bedah buku kali ini diikuti oleh 200 peserta dari kalangan Mahasiswa dan Umum. Aku juga kasih giveaway alias bagi-bagi 5 buku  'Cowokku Vegetarimood' gratis kepada peserta yang beruntung. Kalau dulu bukuku dibedah Tyas Effendi, sekarang Dwi Ratih Ramadhany pembedahnya. Mereka berdua sama-sama penulis keren lho. Cowokku Vegetarimood masuk 50 Teenlit paling asyik Indonesia sepanjang masa. Bantu vote ya? :) Sebelum menuju ke foto-foto liputan yang unyu-unyu, simak dulu yuk, ilustrasi singkat tentang buku pertamaku ini. Oleh Dwi Ratih Ramadhany** Jika kita mengibaratkan sebuah karya fiksi sebagai hidangan di meja makan, tentu saja kita akan memilih karya-karya yang enak di pandang mata dan sedap di lidah. Tak jauh berbeda dengan makanan, karya fiksi juga memiliki komposisi atau bumbu-