Temukan

Jumat, 01 Desember 2017

Menyayangi Alam lewat Sejarah Lingkungan

Oleh: Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim, S.Pd., M.Pd
(Dosen Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Malang)

            Kecantikan manusia dalam sejarah seperti Cleopatra dan Ken Dedes sudah terlalu sering dibahas dalam arus sejarah dunia mau pun Indonesia. Dalam segi industri, baju dan kosmetik menjadi tren fashion yang mampu membuat manusia menjadi lebih rupawan dari zaman ke zaman. Lantas apakah kecantikan hanya dimiliki oleh manusia? Alam juga menyimpan kecantikan yang seringkali tersingkir dan terancam oleh aktivitas manusia. Jadi apakah kita sebagai manusia sudah tidak adil pada alam?
            Perusakan lingkungan yang kerap terjadi di Indonesia menjadi motivasi utama dalam mengadakan Kuliah Umum bertema ‘Sejarah Lingkungan sebagai Historiografi Alternatif’ oleh Prof. Nawiyanto, M.A., Ph.D. Acara ini digelar oleh Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang pada Kamis, 2 November 2017 untuk memberikan wacana baru pada para akademisi sejarah dalam memahami perubahan fisik lingkungan dan ekosistem dari sudut pandang sejarah.
dimuat Koran Surya

            Dibandingkan spesialisasi sejarah lain seperti Ekonomi dan Sosial, Sejarah Lingkungan masih sangat jarang dikaji dan tersingkir. Manusia sebagai agen/penggerak perubahan lingkungan mulai dari tingkat sederhana sampai ekstrim. Beragam aktivitas manusia berpengaruh langsung terhadap lingkungan mulai dari negara berkembang sampai negara maju. Kegiatan manusia berupa moda produksi yang berkaitan langsung dengan lingkungan mulai dari perkebunan, perikanan, pertambangan, dan eksploitasi hutan. Indonesia sebagai negara yang kaya dengan masalah lingkungan akibat moda produksi di atas perlu memberikan perhatian lebih pada kajian sejarah lingkungan.
            Mengikuti kuliah tamu ini, saya jadi lebih memahami alam sebagaimana diri saya sendiri. Jika alam disakiti, maka alam akan terluka dan rusak. Padahal manusia tinggal dan bergantung pada alam. Ketika alam rusak, maka akan merepotkan bahkan merugikan manusia. Memelajari sejarah lingkungan membuat manusia lebih memahami gejala dan fenomena alam seperti bencana alam banjir yang kerap terjadi di Indonesia mulai dari kota dan desa. Sejarah lingkungan mengajarkan manusia lebih mencintai alam dengan memahami kondisi alam dari masa ke masa.

            dimuat Koran Surya: Selasa, 28 November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar