Temukan

Saturday, January 4, 2014

Virus Kebahagiaan Sejati


Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim
 
Bersama Para Lelaki Pecinta Aksara: FX. Rudy Gunawan (Penulis & Pendiri GagasMedia) & Mahfuzh (Ketua FLP Malang)
            Mau dapat royalti ratusan juta dan terpampang di berbagai media massa? Cobalah virus ini, tapi virus ini harus  digeluti dengan serius. Sejenak enam puluh peserta  kampanye merinding dan penasaran mendengar kalimat pembuka dari para pemateri tersebut.
Salam kreatif, mari kita sebarkan virus berkarya melalui tulisan. Begitu sapa Pak Willy Pramudya, ketua Aliansi Jurnalis Independen sekaligus wartawan Kompas, ketika membuka ‘Kampanye Indonesia Menulis Dalam Rangka Pelaku Kreatif yang Memperoleh Peningkatan Kemampuan Produksi dan Kreasi Karya Media Berbasis Media’ di Hotel Solaris Malang pada 25 November 2013. Sosok beliau yang tegas, humoris, dan santai membuat penyampaian materi creative writing menjadi sangat mengasyikkan.
Dalam dua jam peserta mampu membuat berbagai cerita dengan tokoh dan latar berbeda melalui metode permainan yang menyenangkan. Karya setiap peserta diapresiasi secara langsung. Mereka diminta membacakan tokoh karakter yang dibuat agar dapat dinilai oleh para pemateri dan peserta lain. Sangat menarik ketika banyak peserta membuat karakter-karakter yang unik dan berkesan. 
Narsis bentar saat istirahat. Ballroom-nya bagus sih :D

“Karakter dalam karya fiksi itu juga harus logis. Ada riset dulu biar tokohnya bisa menghidupkan cerita. Teori ini berlaku untuk semua jenis karya fiksi, baik realis mau pun absurd.” FX Rudy Gunawan, pematri kedua sekaligus wartawan dan penulis Gagasmedia, memberikan kesimpulan seusai permainan menulis.
Banyak peserta melakukan konsultasi mengenai dunia penerbitan buku di Indonesia. Terlebih lagi mengenai susahnya menebus penerbit mayor. Pak Rudy memberi pemahaman bahwa sebelum mengirim ke penerbit, harus dipelajari dulu model dan karakter karya yang diterbitkan oleh penerbit tersebut.  Tidak harus sama persis, tapi lebih dicocokkan agar lebih dilirik penerbit.
Kunci dari menulis itu hanya satu: jangan percaya teori bakat, percaya pada teori niat. Berkaryalah dengan penuh dedikasi, intensitas, dan kreatifitas. Jika ditolak satu penerbit, tidak boleh menyerah. Harus berani mengirimkannya ke penerbit lain atau merevisi naskahnya.
Pak Rudy juga punya bukuku lho. Keren kan? XD

Acara yang berlangsung sejak pagi itu tak terasa sudah mencapai puncaknya ketika sore menjelang. Ibu Poppy Safitri selaku perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang mengadakan acara tersebut menegaskan pentingnya virus menulis di kalangan masyarakat.
Bu Poppy berbagi pengalamannya sekitar virus menulis bahwa menulis itu virus untuk menyembuhkan jiwa. Banyak orang-orang di kota itu sakit tapi dokter malah tak tahu obatnya yang tepat. Setelah ditelusuri, mereka tak butuh pil obat tapi terapi menulis. Ketika menulis semua perasaan dan beban tercurahkan sehingga membuat jiwa lebih tenang. 
Ini artikelku yang nongol di Koran Surya tgl. 26 Desember 2013.

Berkarya dengan menulis akan membuat jiwa lebih kaya. Kaya bukan soal materi. Materi itu cepat habis. Tapi kaya dalam hal ini ialah dikenal secara luas melalui tulisan sehingga membuat kita dikenal dan disayang banyak orang. Menurut Bu Poppy, itulah kebahagiaan yang sejati.


No comments:

Post a Comment