Temukan

Tuesday, February 28, 2017

Di Balik Maraknya Jual-Beli Obat Aborsi

Oleh: M. Nurfahrul L. K.
(Mahasiswa Universitas Negeri Malang)

            Aborsi dalam budaya ketimuran dianggap sebagai hal yang tabu, bahkan berdosa dalam agama. Sebagai negara yang berbudaya dan beragama, Indonesia tentu melarang praktik aborsi ilegal. Lantas bagaimana dengan obat aborsi yang terjual bebas di pasaran? Miris rasanya begitu saya melihat penjualan obat aborsi janin dijual bebas di internet. Saya bahkan pernah mendapati testimoni para pengguna obat aborsi itu yang rata-rata perempuan yang masih berusia muda. Mereka mengaku puas sekaligus bingung dengan efek obat aborsi itu. Ternyata obat aborsi itu juga banyak jenisnya, bahkan ada yang mencantumkan rekomendasi dokter.

            Obat Kehamilan yang bebas dijual di internet ini menawarkan berbagai jenis dan menonjolkan “keampuhan” masing-masing. Mulai dari aborsi berdasarkan usia kehamilan  sampai paket pembersihan rahim pasca abosri. Sungguh ironis rasanya obat-obatan tersebut bisa didapat dengan mudah hanya dengan memencet nomor telepon penjualnya. Belum jelas legalistas penjualan maupun efek samping jangka panjang dari obat aborsi tersebut. Jika obat-obatan aborsi tersebut memang belum mengantungi izin resmi dari pemerintah, sepatutnya harus dibekuk. Belum lagi nilai moral yang dikorbankan dari konsumsi obat aborsi yang marak ini. Bagaimana dengan masa depan ibu-ibu di Indonesia, jika sedari muda saja para pelaku aborsi sudah tega membunuh darah dagingnya sendiri? Seharusnya kehamilan disambut dengan bahagia jika diperoleh dengan jalan yang sah. Namun kehamilan yang berujung pada aborsi tentu sangat meyayat hati. Edukasi tentang seks dan pencegahan aborsi harus lebih digalakkan di masyarakat, terutama bagi kalangan muda.


dimuat koran Surya: Rabu, 5 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment