Temukan

Friday, October 14, 2011

Ladang Imaji yang terlewatkan dan menggiurkan: Fiksi Horor, Ilmiah, dan Fantasi*

Oleh M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim

Bosan menulis cerita yang itu-itu saja? Ingin bikin novel sekaliber Harry Potter, Frankeinstein, atau Sekantung Tulang. Cerita-cerita tersebut di luar akal realita namun tetap lezat dinikmati sebagai karya sastra. Belum lagi penulis fiksi ilmiah, horor, dan fantasi masih sangat sedikit di Indonesia. Padahal banyak anak SD yang sudah menerbitkan novel fantasi mereka dan ternyata laris manis seperti Negeri Es Krim dan Silver Stone. Penasaran? Apa benar menulis fiksi seperti itu susah? Simak definisi saya berikut ini.
Fiksi Horor adalah cerita rekaan yang bertemakan horor atau sesuatu yang menakutkan. Cerita ini sempat populer di Indonesia sekitar tahun 1980-an saat film Suzana laris manis di pasaran. Bahkan sempat meledak juga sekitar tahun 2003, saat sebuah program TV menayangkan genjar acara tentang penampakan mahluk halus. Penulis fiksi horor di Indonesia yang terkenal adalah Abdullah Harahap. Dalam fiksi ini, isu-isu horor, penampakan setan, bahkan tragedi mahluk halus merupakan bumbu utama dalam cerita. Biasanya digabung dengan drama sehingga membuat struktur cerita lebih kuat. Kumpulan cerpen horor yang menurut saya cukup bagus dan menyeramkan adalah Hilangnya Penjual Nasi Goreng dan Suter Ngesot. Buku ini bestseller sekitar tahun 2004.
Fiksi Ilmiah adalah cerita rekaan yang berkatan erat dengan ilmu pengetahuan/ilmiah/bidang ilmu pasti, sesuatu yang berhubungan erat dengan dunia pengetahuan ilmiah (biasanya mendekati bilogis mau pun kiamiawi), bahkan astronomi juga mahluk dari planet lain / alien. Ilmiah dalam buku ini adalah faktor penentu cerita yang amat kompleks. Fiksi ini mampu menciptakan dunia baru, biasanya mengenai dunia masa depan yang futuristik atau canggih atau perang luar angkasa. Penulis fiksi ilmiah di Indonesia masih sangat sedikit dan belum terlalu menonjol. Namun fiksi ini cukup digemari. Ada yang menyatakan Supernova sebagai fiksi ilmiah. Namun saya rasa jika ingin memperdalam fiksi ini, anda bisa membaca Frankeinstein / Star Wars yang legendaris itu.
Fiksi Fantasi adalah cerita rekaan yang bertema utama tentang dunia sihir-menyihir, dunia antah berantah yang serba ajaib dan tak masuk akal, serta mahluk-mahluk mitos seperti peri atau elf. Fantasi mayoritas ditujukan sebagai bahan bacaan anak karena daya khayal mereka yang tinggi dan imajinatif luar biasa. Logika tidaklah terlalu penting. Harry Potter adalah contoh fiksi fantasy yang paling melegenda di abad 21. Jenis-jenis cerita fantasi: High Fantasy (The Lord of the Rings karya JRR Tolkien), Traditional Fantasy (The Chronicles of Narnia karya CS Lewis), Dark Fantasy(The Dark Tower Series karya Stephen King), dan Modern Urban Fantasy(Harry Potter Series karya JK Rowling). Contoh fiksi fantasi Indnesia adalah Nibiru karya Tasaro GK.

*disampaikan dalam program Padepokan Aksara pada 7 Oktober 2011 di UKMP UM

No comments:

Post a Comment