Posts

Mari Menjerat Ide!

Image
Oleh M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim CLING! Ani tiba-tiba mendapat ide untuk tulisannya. Saat itu dia lagi di angkot. Susah kaleee nulis di angkot. So, Ani langsung berpikir “cerdas” (atau tolol?), Ah, idenya aku tulis nanti aja kalau sudah sampai rumah. Tragisnya (sampai berdarah-nanah), saat tubuhnya sudah masuk di dalam kamar dan duduk manis (emangnya gula?) di depan meja belajarnya, Ani lupa ide yang didapatnya tadi saat masih di angkot. Kontan Ani panik dan menyesal. Adegan selanjutnya seharusnya disensor karena yang terekam adalah hal yang sangat memilukan: Ani mencakar-cakar tembok kamarnya seperti korban penggusuran satpol PP hanya karena kehilangan sebuah ide. Lebaykah Ani? Yoi, tapi bayangkan deh kalau ide itu bisa saja ide yang belum pernah ditulis siapa pun (bahkan Manusia Purba sekalipun). Pasti dong ide itu mahal dan berharga banget. Jadi, what must we do to cacth our idea? It’s absolutely easy to do is PLEASE WRITE IT! Just write. Apapun ide itu, tulis aja. Nggak ped...

Pemenang Kompetisi Penulisan Rubrik Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang Tahun 2011

Image
Berdasarkan Hasil Penilaian Dewan Juri Kompetisi Penulisan Rubrik Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang Tahun 2011 diputuskan 3 pemenang untuk masing-masing kategori sebagai berikut: KATEGORI CERPEN Juara 1 Millatuz Zakiyah (FS/IND) Skor:330 Juara 2 M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim (FIS/SEJ) Skor:325 Juara 3 Royyan Julian (FS/IND) Skor:320 Bagi Pemenang dapat mengambil hadiah pada hari Selasa-Jumat tanggal 8-11 November 2011 pada jam kerja di Subag MPI Ged. A3 Lt 3 UM. Demikian pengumuman ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Malang, 4 November 2011 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, TTD Kadim Masjkur NIP 19541216 198102 1 001 Selamat untuk Semua pemenang yang merupakan pengurus UKM Penulis UM. Sumber: MPI UM Gd. A3 Lt. 3 / www.kemahasiswaan.um.ac.id

Nama Pemenang LMCR 2011 Kategori C

Image
Nama Para Pemenang Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR-2011) Memperebutkan ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD KATEGORI C Tingkat Nasional Pemenang Utama Pemenang I Judul karya MUSIM KESUNYIAN Karya Ai El Afif – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Hadiah: Uang Tunai Rp 7.000.000,- + ROHTO MENTHOLATUM GOLDEN AWARD Pemenang II Judul karya ATTAR Karya Afifah Afra – Surakarta Hadiah: Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM Pemenang III Judul PETAK GARAM Karya F.X. Wigbertus Labi Lahan – Guru SMPK Stella Maris Surabaya Hadiah: Uang Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-METHOLATUM 5 (Lima) Pemenang Harapan Utama 1. Judul karya KOTA LUMPUR Karya Mashdar Zainal – Guru SDIT Malang 2. Judul karya Topeng Bahgie di Keloyang Karya Ardyan Yahya – Guru SMP Islam Al-Uswah Pekanbaru Riau 3. Judul karya SENANDUNG HARAP PEMANDU LUMPUR Karya Panca Javandalasta – Aktivis Pelestari Lingkungan, Surabaya 4. Judul karya PAMIT MATI Karya Trijoto – Guru SMPN 1 Bantul TIY 5. Jud...

Ladang Imaji yang terlewatkan dan menggiurkan: Fiksi Horor, Ilmiah, dan Fantasi*

Image
Oleh M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Bosan menulis cerita yang itu-itu saja? Ingin bikin novel sekaliber Harry Potter, Frankeinstein, atau Sekantung Tulang. Cerita-cerita tersebut di luar akal realita namun tetap lezat dinikmati sebagai karya sastra. Belum lagi penulis fiksi ilmiah, horor, dan fantasi masih sangat sedikit di Indonesia. Padahal banyak anak SD yang sudah menerbitkan novel fantasi mereka dan ternyata laris manis seperti Negeri Es Krim dan Silver Stone. Penasaran? Apa benar menulis fiksi seperti itu susah? Simak definisi saya berikut ini. Fiksi Horor adalah cerita rekaan yang bertemakan horor atau sesuatu yang menakutkan. Cerita ini sempat populer di Indonesia sekitar tahun 1980-an saat film Suzana laris manis di pasaran. Bahkan sempat meledak juga sekitar tahun 2003, saat sebuah program TV menayangkan genjar acara tentang penampakan mahluk halus. Penulis fiksi horor di Indonesia yang terkenal adalah Abdullah Harahap. Dalam fiksi ini, isu-isu horor, penampakan setan, ba...

Unjuk Karya di Media Masa*

Image
Oleh M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Seperti apa, sih, rasanya saat tulisan kita dibaca oleh banyak orang? Apalagi jika dibaca semua orang se-Indonesia dan diapreasiasi? Nama penulis bisa ikut terdongkrak. Bukan hanya itu, penulis juga akan mendapat honor. Keren kan? Tertarik? Gampang kok. Modal utamanya adalah gigih berkarya, kreatif, perluas wawasan dan pergaulan, dan sabar. Berikut ulasannya: 1. Gigih Bekarya Tidak semua penulis yang pertama kali mengirim karyanya ke suatu media masa akan langsung diterima dan diterbitkan. Tapi jangan berkecil hati dulu. Bukan berarti karya tersebut jelek dan tak layak muat. Naskah cerpen yang masuk ke redaksi suatu koran dan majalah bisa mencapai puluhan dalam sehari. Apalagi jika media masa itu sekaliber Kompas / Jawa Pos. Mungkin ada ribuan tumpuk naskah yang harus dibaca dan diseleksi tiap minggunya. Padahal rata-rata tiap bulan mereka hanya menerbitkan empat cerpen. Namun sebenarnya semua penulis memiliki kesempatan yang sama. Yang membedaka...

Nulis dan Ngirim cerpen ke Majalah dan Tabloid, Yuk!

Image
MAJALAH KaWanku Syarat naskah cerpen 2011: Cerpen remaja, maks. 8 halaman A4, ketik 2 spasi, TNR 12. Kirim dengan subjek cerpen ke: cerpenkawanku@gmail.com Terbit tiap hari Rabu, dua minggu sekali. Jika dalam waktu 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tak layak muat. Harga: Rp.15.000, Aneka Yess! Syarat naskah cerpen: Cerpen remaja, Maks. 7 halaman folio, ketik 2 spasi. Sertakan surat pernyataan keaslian karya. Kirim dengan subjek FIKSI ke e-mail: aneka@indosat.net.id atau yess_pals@yahoo.com Terbit tiap hari Rabu, dua minggu sekali. Jika dalam waktu 3 bulan tidakdimuat, berarti cerpen tak layak muat. Harga: Rp.17.000, Gadis Syarat naskah cerpen: Cerpen remaja, 6-7 halaman folio, ketik 2 spasi. Percikan (Cerpen Mini), cerpen remaja, maks. 2 hal polio dan ketik 2 spasi. Info Terbaru! Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ke: Redaksi.GADIS@feminagroup.com atau Kirim via Pos tulis CERPEN di pojok kanan amplop ke: Jl. HR Rasuna Said Blok B Kav 32-33Jakarta 12910 Tel...

Angel of Writer

Oleh: Fahrul Khakim Setan senang melihat Fahrul sedih karena kalah lomba cerpen. Padahal sudah sejak SMP, Fahrul mulai menulis cerpen untuk majalah sekolahnya. Meski awalnya cerpennya ditolak, dia tetap berusaha. Di edisi berikutnya, cerpennya dimuat. Meledaklah semangatnya menulis. Fahrul juga pernah menulis novel sejak lulus SMA. Bahkan dia sudah menyelesaikan dua naskah novel dan dikirimkan ke penerbit. Sayang, kedua naskahnya ditolak. Aku menyarankannya untuk mengirimkan ke penerbit lain. Ternyata juga ditolak. Aku tetap menebarkan sikap positif dalam dirinya. Syukurlah, godaan setan yang bertubi-tubi mengajak Fahrul untuk berhenti menulis, tak dihiraukan majikanku. Fahrul percaya memperjuangkan mimpi buruh proses. Kembali ku tanamkan prinsip itu di saat Fahrul mulai lemah motivasinya. Kini cerpen majikanku sudah beredar di beberapa media masa. Semangatnya kembali berkobar dan dia mulai mengikuti beberapa lomba cerpen. Namun saat kalah lomba, dia tentu bersedih. Setan tak aka...